Thursday, June 14, 2012

Di Antara Gunung Dan Laut, Disitulah Ende Berada (2)


Tidak menyangka, akhirnya saya berkesempatan mengunjungi Kabupaten Ende, Flores, NTT untuk berdinas selama tiga hari ini. Beruntung selama masa dinas, hawa di Kota Ende sedang sejuk. Tidak hujan dan tidak terik. Teduh. Hawa macam ini semakin menonjolkan pesona kota Ende yang memang sudah cantik dari sananya. Selain berdinas, selama tiga hari ini pula saya berhasil berjalan-jalan singkat ke beberapa lokasi berikut: 

6. Warung Makan Solo Baru

Warung makan ini juga terletak tidak jauh dari hotel tempat saya menginap. Bagi yang selera makannya “jawa banget” disini bisa makan gado-gado dan bakso. 

7. Warung Makan Padang Roda Dua

Bagi muslim yang bingung mencari masakan halal di wilayah NTT ini, maka pergilah ke warung makan Padang. Begitu pun di Ende. Saat awal tiba di Ende dan bingung hendak makan dimana, saya direkomendasikan untuk makan di warung makan Padang Roda Dua ini. Rasa masakannya lumayan lah. Tapi yang jelas, masakannya pasti halal dan juga ada tempat ibadah yang layak.




Negeri Di Atas Awan
8. Danau Kelimutu

Ini dia lokasi tujuan jalan-jalan utama saya di Ende! Danau Kelimutu atau sering disebut Danau Tiga Warna karena warna danaunya yang bisa berubah-ubah dan berbeda-beda antara ketiga danaunya. Mulai dari daerah Moni (area sekitar pintu gerbang Taman Nasional Danau Kelimutu) sampai dekat area parkir Danau Kalimutu, saya disuguhi pemandangan awan yang berada di tepian jurang. Dalam lagu karya Katon Bagaskara, mungkin inilah yang disebut negeri di atas awan. Keren banget!!! 


Piagam Perubahan Alam, Kepercayaan Abadi
Penduduk di daerah Moni sampai Kelimutu (suku Liu) sangat memegang kuat kepercayaan yang dianut leluhur, walaupun mereka juga sudah menganut agama resmi yang diakui di Indonesia. Menurut kepercayaan suku Liu, danau pertama (Danau Tiwu Ata Polo) adalah tempat bersemayamnya arwah orang-orang jahat. Danau kedua (Danau Tiwu Nuamuri Koofai) yang bersebelahan dengan Danau Tiwu Ata Polo adalah tempat bersemayamnya arwah orang yang mati muda. Sedangkan danau ketiga (Danau Tiwu Ata Mbupu) adalah tempat arwah orang yang mati saat usia lanjut. Pemandangan di sini sangat cantik dan hawanya sangat dingin. 


Danau Tiwu Ata Polo Berwarna Hijau Tosca
Danau Tiwu Nuamuri Koofai Berwarna Biru Telur Asin
Danau Tiwu Ata Mbupu Berwarna Cokelat Tua

Tubukanga

Di area Taman Nasional Danau Kelimutu ini dapat dilihat juga Arboretum dan Tubukanga. Arboretum adalah hutan koleksi tanaman yang mewakili semua koleksi di area danau kelimutu. Tukubanga atau disebut juga masbah adalah tempat pemberian sesajen untuk para leluhur Suku Liu yang arwahnya bersemayam diketiga danau tersebut. Penyerahan sesajen ini dilakukan setiap tanggal 18 Agustus. Pada acara ini, tukubanga dihadiri oleh 5 pemuka agama dan seorang pemuka adat. Selain acara penyerahan sesaji, Suku Liu juga memiliki upacara adat yang rutin dilaksanakan, yaitu menanam padi, upacara panen dan upacara memasukkan hasil panen ke lumbung padi.


No comments:

Post a Comment