Punya waktu dinas hanya 2 hari 1 malam, bukan berarti
saya tidak bisa menikmati waktu "luang" di kota Malang dan
sekitarnya. Selepas berdinas dari pagi sampai sore, lalu lanjut jalan-jalan di kota Malang dan sekitarnya, kenapa enggak!!!
1. Bakso Malang President
3. Bromo
Selama
jalan-jalan di Malang, lokasi berikut ini berhasil saya kunjungi:
Katanya ini tempat makan "oskab
ngalam" (kata balikan dari bakso malang) yang cukup terkenal dan
dikunjungi artis-artis. Saya pikir warungnya besar. Tapi ternyata
hanya warung kecil
dipinggir rel kereta api yang masih aktif! Menu baksonya cukup lengkap, dari
bakso urat, perkedel, siomay, bakso besar dan bakso kecil. Saya dan kawan duduk
di meja yang terletak di halaman warung dan berjarak kurang dari 2 meter dari
rel kereta api tersebut. Baru saja kami duduk, bressss!!! kereta melintas di
rel tersebut dan mengakibatkan getaran pada meja, bangku dan lantai warung.
Rambut pengunjung berkibar-kibar. Mangkuk bakso juga bergoyang. Santap malam
yang luar biasa!
2. Batu Night Spectacular (BNS)
Batu Night Spectacular adalah taman hiburan semacam Dunia Fantasi (DuFan), tapi dalam versi
mini. Terdapat bermacam wahana bermain, walaupun tidak sebanyak di DuFan. Saya bermain di kereta
gantung, rumah kaca, kursi terbang dan sepeda gila. Dua permainan terakhir
membuat saya hampir gila beneran! Sepanjang permainan saya teriak-teriak
"udaaaaaaaaahhhhh", karena sangat takut! Jantung
saya serasa copot dan menggantung di tenggorokan. Dahsyat!
Sampai di Bromo saya turun di penanjakan 1. Disinilah area
untuk mengamati matahari terbit, tanpa harus jauh berjalan kaki. Suhu disini
sangat dingin. Saya sampai sesak nafas dan tidak bisa merasakan ujung-ujung
jari saya sendiri.
Untuk mendapat view
sunrise yang bagus, ke”lihai”an diperlukan sekali disini. Orang banyak
memanjat pagar pengaman, sehingga lensa kamera mereka leluasa untuk mengambil
tahap-tahap terbitnya matahari. Sayangnya sikap seperti itu justru menghalangi
pandangan orang lain yang berdiri di belakang.
4. Kawah Bromo
![]() |
| Pemandangan Matahari Terbit Dari Celah-Celah Kaki Orang :) |
Perjalanan berikutnya menuju kawah Bromo. Karena matahari
sudah terbit, suasana di perjalanan cukup terang. Banyak pemandangan cantik
yang terlihat. Sampai pada suatu titik, saya melihat pemandangan matahari yang nongol dari balik gunung. Cantik sekali!
Pemandangan matahari seperti ini yang sebenarnya saya cari.
Sesampai di area kawah Bromo, saya disuguhi hamparan padang pasir yang sangat luas yang dikelilingi perbukitan. Rasanya seperti bukan di Indonesia. Untuk menuju kaki kawah Bromo, saya naik kuda.
Sampai kaki kawah Bromo, saya perlu menaiki, kalau tidak salah sekitar 224 buah, anak tangga kecil-kecil dan sangat berpasir (hati-hati terjatuh dan atur nafas agar tidak cepat capek).
Semua kelelahan dan kekhawatiran terjatuh terbayar lunas dengan pemandangan kawah yang cantik dan pemandangan perbukitan yang angkuh di sekitarnya. Melihat pemandangan itu, ada seorang Bule yang nyeletuk “S**th it’s so beautiful!” Dalam hati saya bilang “ini Indonesia loh bung!” J
![]() |
| Pemandangan-Pemandangan Dari Atas Kawah Bromo |







No comments:
Post a Comment