Sunday, February 17, 2013

Kota Cantik, Malang Namanya (1)

Punya waktu dinas hanya 2 hari 1 malam, bukan berarti saya tidak bisa menikmati waktu "luang" di kota Malang dan sekitarnya. Selepas berdinas dari pagi sampai sore, lalu lanjut jalan-jalan di kota Malang dan sekitarnya, kenapa enggak!!!
Selama jalan-jalan di Malang, lokasi berikut ini berhasil saya kunjungi:

1. Bakso Malang President

Katanya ini tempat makan "oskab ngalam" (kata balikan dari bakso malang) yang cukup terkenal dan dikunjungi artis-artis. Saya pikir warungnya besar. Tapi ternyata hanya warung kecil dipinggir rel kereta api yang masih aktif! Menu baksonya cukup lengkap, dari bakso urat, perkedel, siomay, bakso besar dan bakso kecil. Saya dan kawan duduk di meja yang terletak di halaman warung dan berjarak kurang dari 2 meter dari rel kereta api tersebut. Baru saja kami duduk, bressss!!! kereta melintas di rel tersebut dan mengakibatkan getaran pada meja, bangku dan lantai warung. Rambut pengunjung berkibar-kibar. Mangkuk bakso juga bergoyang. Santap malam yang luar biasa!


2. Batu Night Spectacular (BNS)

Batu Night Spectacular adalah taman hiburan semacam Dunia Fantasi (DuFan), tapi dalam versi mini. Terdapat bermacam wahana bermain, walaupun tidak sebanyak di DuFan. Saya bermain di kereta gantung, rumah kaca, kursi terbang dan sepeda gila. Dua permainan terakhir membuat saya hampir gila beneran! Sepanjang permainan saya teriak-teriak "udaaaaaaaaahhhhh", karena sangat takut! Jantung saya serasa copot dan menggantung di tenggorokan. Dahsyat!

3. Bromo

Sampai di Bromo saya turun di penanjakan 1. Disinilah area untuk mengamati matahari terbit, tanpa harus jauh berjalan kaki. Suhu disini sangat dingin. Saya sampai sesak nafas dan tidak bisa merasakan ujung-ujung jari saya sendiri.
Untuk mendapat view sunrise yang bagus, ke”lihai”an diperlukan sekali disini. Orang banyak memanjat pagar pengaman, sehingga lensa kamera mereka leluasa untuk mengambil tahap-tahap terbitnya matahari. Sayangnya sikap seperti itu justru menghalangi pandangan orang lain yang berdiri di belakang.

Pemandangan Matahari Terbit Dari Celah-Celah Kaki Orang :)

4. Kawah Bromo

Perjalanan berikutnya menuju kawah Bromo. Karena matahari sudah terbit, suasana di perjalanan cukup terang. Banyak pemandangan cantik yang terlihat. Sampai pada suatu titik, saya melihat pemandangan matahari yang nongol dari balik gunung. Cantik sekali! Pemandangan matahari seperti ini yang sebenarnya saya cari.

Matahari "Nongol"

Sesampai di area kawah Bromo, saya disuguhi hamparan padang pasir yang sangat luas yang dikelilingi perbukitan. Rasanya seperti bukan di Indonesia. Untuk menuju kaki kawah Bromo, saya naik kuda.

Saya dan Kuda Pablo
Sampai kaki kawah Bromo, saya perlu menaiki, kalau tidak salah sekitar 224 buah, anak tangga kecil-kecil dan sangat berpasir (hati-hati terjatuh dan atur nafas agar tidak cepat capek). 

Tangga-Tangga Berpasir

Semua kelelahan dan kekhawatiran terjatuh terbayar lunas dengan pemandangan kawah yang cantik dan pemandangan perbukitan yang angkuh di sekitarnya. Melihat pemandangan itu, ada seorang Bule yang nyeletuk “S**th it’s so beautiful!” Dalam hati saya bilang “ini Indonesia loh bung!” J





Pemandangan-Pemandangan Dari Atas Kawah Bromo








No comments:

Post a Comment