Sunday, February 17, 2013

Kota Cantik, Malang Namanya (3 - Habis)

8. Toko Oen

Tempat kunjungan saya terakhir adalah Toko Oen. Rumah makan ini berdesain interior jaman dulu dengan furnitur-funitur kuno yang tetap manis. Mulai dari bentuk pintu, bentuk jendela, gorden, meja, kursi dan lantai, semuanya bernuansa kolonial. Benar-benar seperti di Malang jaman dahulu kala. Yang saya cicipi disini adalah Ice Cream Oen Special dan Sate Ayam Oen. Semuanya enak!


Suasana Di Toko Oen



Saya Di Toko Oen


Tips Of The Trip:


  • Sebelum jalan-jalan di lokasi dinas, selesaikan tugas sebaik-baiknya. Jangan sampai korupsi waktu!

  • Saat bepergian ke luar kota seorang diri, nikmatilah “keberuntungan tidak disengaja” yang datang dari orang baik di sekitar kita. Misalnya, di kereta Malabar dari Jogja menuju Malang, saya bertemu dengan segerombolan ibu-ibu warga di Malang yang baru saja selesai berlibur di Bandung. Salah seorang ibu yang baik awalnya mengajak saya ngobrol, membahas tentang diri saya dan pekerjaan saya sekaligus menceritakan tentang keluarganya. Pada akhir obrolan, beliau dengan lantang dan “sedikit memaksa” menawarkan saya tumpangan dari stasiun Malang menuju penginapan. Wadda serendipity! Kebetulan yang sangat menyenangkan. Tapi hati-hati juga dengan orang asing yang Anda tidak yakin dengannya. Sebaiknya ngobrol-ngobrol biasa saja sambil banyak berdoa.


  • Pergilah ke Malang pada bulan Mei akhir, sekitar tanggal 24-27, karena pada kisaran waktu tersebutlah dilaksanakan acara tahunan Malang Tempo Doeloe.

  • Bila Anda termasuk orang yang tidak tahan dingin, seperti saya, saat ke Bromo pastikan Anda memakai perlengkapan “perang” yang tepat. Pakailah kupluk (untuk menutupi area telinga), masker (untuk menutupi area hidung dan mulut), sarung tangan yang panjangnya melebihi pergelangan tangan dan pakailah berlapis-lapis hingga benar-benar area tangan terasa hangat, jaket yang panjangnya hingga ke lutut, celana panjang yang agak tebal, kaos kaki tebal dan sepatu yang menutupi mata kaki.
  • Bagi yang muslim, di Bromo sebenarnya terdapat area khusus untuk shalat yang ada tempat wudhunya juga. Tapi bila tidak tahan terkena air yang sangat dingin, kita bisa bertayamum. Shalat juga bisa dilakukan di tempat seperti pendopo dekat area pandang. Jangan lupa bawa sajadah dan mukena (bagi perempuan).
  • Jangan lupa bawa air putih yang memadai dan tisu. Air putih yang cukup membantu kita mencegah dehidrasi. Tisu akan sangat bermanfaat saat kita ingin ke toilet dan membersihkan diri. Karena air di sana dingin banget!!!
  • Bawa juga pelembab bibir bagi perempuan, karena suhu yang sangat dingin akan membuat bibir kering dan pecah-pecah serta terasa sedikit perih.
  • Bagi yang suka naik kuda tetapi belum pernah latihan formal, bisa meminta tips berkuda sederhana dari Bapak pengasuh kuda. Saya naik kuda Pablo. Kuda putih yang cantik (eh, ganteng, eh, gak tau deng J). Bapak yang “mengasuh” kuda tersebut sangat baik dan memberi tips-tips cara berkuda bagi pemula. Beliau juga mengizinkan kita mempraktekkan ilmu berkuda tersebut, langsung dengan kuda mereka.
  • Informasi Penginapan:
  • Saya menginap di Jona's Homestay yang terletak di Jl. Dr. Sutomo No.4 Malang Kota/Klojen (Telp. 0341324678). Kamarnya cukup bersih dan di area teras rumah terdapat cafe dengan menu-menu makanan ringan yang lumayan untuk ngemil. Pelayanan di Jona's Homestay pun oke punya.
  • Informasi Transport:
  • Supaya tidak ribet menuju Bromo, kita dapat meminta driver Toyota Hardtop untuk menjemput ke penginapan. Waktu itu saya menyewa hardtop langganan kawan saya dan pelayanannya memang oke. Drivernya namanya Mas Wito. Nomer hp Mas Wito 081332055351 atau 085856981459.

No comments:

Post a Comment