4. Gili Laba
Saya tidak
menyangka bahwa Gili Laba merupakan titik singgah yang punya paket pemandangan lengkap.
Ada pasir putih, taman laut yang luar biasa indahnya dan bukit untuk menikmati
sunset. Setiba di Gili Laba, teman-teman saya snorkeling di area yang tidak
terlalu dalam. Hasilnya, mereka bisa menikmati pemandangan bawah laut yang luar
biasa cantik seperti di tv.
Kawan saya bilang bahwa taman bawah laut di Gili
Laba adalah yang tercantik dibanding taman laut di titik-titik lainnya. Mereka bisa menikmati
terumbu karang dan ikan beraneka warna. Karena tidak terlalu dalam, warna-warni
terumbu karang dan ikan-ikan tersebut dangat jelas terlihat. Saya iri banget
karena tidak turun snorkeling! Saya tepar setelah gila-gilaan snorkeling di
Manta Point!
Tetapi...
saya tetap bisa menikmati keindahan alam Indonesia dari sudut yang berbeda di
Gili Laba ini. Untuk itu saya naik bukit Gili Laba hingga ke puncaknya!
| Proses Mendaki yang WOW Banget! |
| Jalur Pendakian yang Oh My God :D |
Jalur pendakian yang cukup
terjal, sempit, batu-batu pijakan yang tajam dan tinggi membuat saya dan 2
orang teman merasa “menang” ketika berhasil tiba di puncak bukit ini.
| Dari Kiri ke Kanan: Dedi, Pak Hanevi dan Saya yang Berhasil Mendaki Bukit :) |
Saat
mendaki bukit juga matahari masih cukup terik bersinar (sekitar pukul 16.00
Wita). Benar-benar kepuasan yang luar biasa ketika tiba di puncak bukit ini.
Dari atas sini kami dapat melihat hamparan pulau-pulau di sekitar Gili Laba
termasuk pulau Komodo yang akan kami kunjungi esok hari. Dari puncak bukit kami
juga dapat melihat gradasi warna biru di laut, mulai biru muda yang menunjukkan
area dangkal hingga biru tua yang menunjukkan perairan dalam.
| Pemandangan dari Atas Bukit |
Hadiah
terbaik bagi saya adalah ketika saya dapat menikmati sunset dengan leluasa di
atas puncak bukit ini. Tanpa penghalang! Uniknya, di atas puncak bukit ini juga
terdapat batu besar yang disertai pijakan kaki tepat menghadap matahari yang
terbenam, hasil desain Sang Maha Kuasa. Di atas batu tersebut kita bisa
duduk-duduk manis sambil menikmati matahari yang mulai terbenam. Luar biasa
indahnya!
| Sunset dari Puncak Bukit |
| Menikmati Sunset di Puncak Bukit |
| Loncat Kegirangan di Atas Bukit |
Di Gili
Laba ini pula lah kami bermalam sambil menikmati taburan bintang di angkasa
yang keren banget. Esok harinya, dari Gili Laba kami berlayar menuju Pulau
Komodo sambil menikmati sunrise yang menyambut liburan hari kedua kami.
| Sunrise yang Menyambut Hari Kedua Liburan Saya |
5. Pulau
Komodo
Hari kedua
liburan ini dimulai dengan kunjungan ke Pulau Komodo. Saya lagi-lagi tidak
menyangka bahwa saya benar-benar bisa datang ke Pulau Komodo. Saya kira dalam
perjalanan kali ini saya hanya akan mengulang rute ke Pulau Rinca seperti yang
saya lakukan saat solo trip lalu. Ternyata enggak! WWWWOOOOOOOOWWWWW
bangggggeeettttt!!!! Dengan kunjungan saya ke Pulau Komodo ini, saya jadi benar-benar
bisa melihat hewan purba ini di dua habitat yang berbeda.
Untuk masuk ke Pulau Komodo, setiap pengunjung diwajibkan membayar tiket masuk sebesar Rp. 2.500 dan retribusi daerah sebesar Rp. 20.000. Bila kita membawa kamera untuk berfoto ria dengan komodo, kita akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp. 5.000. Kita juga wajib membayar jasa pemandu (ranger) sebesar Rp. 80.000 untuk seorang ranger. Satu orang ranger bisa mendampingi 4 - 5 orang pengunjung.
Untuk masuk ke Pulau Komodo, setiap pengunjung diwajibkan membayar tiket masuk sebesar Rp. 2.500 dan retribusi daerah sebesar Rp. 20.000. Bila kita membawa kamera untuk berfoto ria dengan komodo, kita akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp. 5.000. Kita juga wajib membayar jasa pemandu (ranger) sebesar Rp. 80.000 untuk seorang ranger. Satu orang ranger bisa mendampingi 4 - 5 orang pengunjung.
| Sejarah Putri Komodo |
Komodo yang hidup di
Pulau Komodo memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dibanding dengan yang hidup
di Pulau Rinca. Karena tubuhnya besar, komodo-komodo ini jadi lelet bergerak.
Tidak selincah komodo-komodo di Pulau Rinca. Tapi, yang membuat saya bersyukur,
di Pulau Komodo ini saya bisa melihat komodo-komodo yang berjalan
berputar-putar. Tidak hanya tidur-tiduran seperti yang saya lihat di Pulau
Rinca dulu. Mungkin komodo di Pulau Komodo ini lagi senang cari perhatian.
| Eh... Ada Siapa Itu Ya? |
| Papan Kampanye Pemeliharaan Habitat Komodo |
| Pose Dulu Sebelum Lanjut ke Titik Wisata Selanjutnya |
6. Pink Beach
Sesuai
namanya, Pink Beach memiliki pasir yang berwarna pink. Memang dari
kejauhan kita tidak bisa melihat warna pink tersebut. Warna pink pasirnya juga
kurang tampak tertangkap kamera. Untuk membuktikan ke-pink-an warna pasirnya,
saya harus datang sendiri. Voila! Warna pasirnya benar-benar pink! Warna pink
ini tidak hanya terdapat pada pasir di bagian permukaan tetapi juga hingga pasir
di lapisan bawah.
| Pasir yang Berwarna Pink |
Karena
kapal tidak bisa bersandar hingga ke Pink Beach ini, saya pun harus melompat
dari kapal untuk snorkeling di laut, sebelum mencapai pantai. Arus di laut
lepas Pink Beach ini cukup besar namun perjuangan kita bertahan dari goyangan
arus berbuah hasil manis: pemandangan taman laut yang tidak kalah cantik dengan
pemandangan di Gili Laba. Sayangnya, taman laut yang cantik ini berada di dekat
karang-karang tajam sekitar Pink Beach. Tidak di seluruh area snorkeling di
lepas pantai Pink Beach.
***Bersambung...

No comments:
Post a Comment