Friday, June 15, 2012

Di Antara Gunung Dan Laut, Disitulah Ende Berada (3 - Selesai)

Tidak menyangka, akhirnya saya berkesempatan mengunjungi Kabupaten Ende, Flores, NTT untuk berdinas selama tiga hari. Beruntung selama masa dinas, hawa di Kota Ende sedang sejuk. Tidak hujan dan tidak terik. Teduh. Hawa macam ini semakin menonjolkan pesona kota Ende yang memang sudah cantik dari sananya. Selain berdinas, selama tiga hari ini pula saya berjalan-jalan singkat ke beberapa lokasi berikut:



Air Terjun Moni
9. Air Terjun Di Daerah Moni


Bisa dibilang, daerah Moni adalah area pintu masuk Taman Nasional Danau Kelimutu. Disini terdapat bungalow milik Pemda serta penginapan dan rumah-rumah makan dan kafe yang dibuka oleh penduduk setempat. Di daerah Moni juga ada air terjun yang walaupun tidak terlalu cantik tapi tetap menyegarkan dipandang mata.



10. Pantai Mbu’u

Pantai Mbu’u terletak di belakang bandara Ende, Bandara H. Hasan Aroeboesman. Dari pantai ini, saya dapat dengan leluasa memandangi Gunung Meja, Pulau Koa, Gunung Iya dan Gunung Wongge yang “bersejarah” bagi masyarakat Ende. Bila saya berdiri menghadap laut dan melihat Gunung Meja, Pulau Koa dan Gunung Iya, maka untuk melihat Gunung Wongge saya harus memutar badan 180 derajat. Gunung Wongge terletak di daerah dataran tinggi persis di “seberang” Pantai Mbu’u.  



Melihat Gunung Meja, Gunung Iya dan Pulau Koa di Pantai Mbu'u 
Gunung Wongge Di Daerah Dataran Tinggi Ende
Menurut cerita rakyat yang berkembang di Ende, Meja, Iya dan Wongge adalah tiga pemuda Ende yang terlibat cinta segi tiga. Meja adalah seorang pria berkulit putih bertubuh tegap yang tinggal di daerah pantai. Sedangkan Iya dan Wongge adalah sepasang kekasih yang tinggal di daerah pegunungan. Iya adalah wanita cantik sedangkan Wongge adalah pria berkulit hitam manis dan bertubuh tegap pula. Sekali waktu Iya turun ke pantai dan bertemu dengan Meja yang tampan dan perhatian. Pertemuan itu rupanya menyemaikan benih cinta diantara keduanya. Berkali-kali turun ke pantai dan saling bertemu, semakin dalamlah rasa cinta diantara keduanya. Saking cintanya kepada Meja, Iya memutuskan untuk meninggalkan Wongge. Wongge yang cemburu awalnya mencoba memperingatkan Meja untuk tidak lagi berhubungan dengan Iya. Namun rupanya peringatan itu tidak diindahkan Meja, sehingga semakin murka lah Wongge. Dalam keadaan gelap mata, Wongge menghampiri Meja di pantai dan memenggal kepalanya. Kepala Meja yang terputus dari badannya, terlempar ke laut dan menjadi pulau Koa. Sedangkan Meja menjadi gunung dengan puncak yang berbentuk datar (seperti permukaan meja) dan Iya yang menangisinya menjadi gunung yang terletak persis di belakang gunung Meja. Wongge yang menyesal, kembali ke daerah pegunungan dan menjadi gunung Wongge.


Pohon Perenungan
11. Pohon Perenungan

Pohon perenungan berupa pohon beringin tempat Bung Karno menyendiri dan merumuskan lima butir pancasila. Tepat di depan pohon perenungan, berdiri patung Bung Karno namun dengan bentuk yang kurang proporsional.
      







Tips of The Trip:

Karena sering turun kabut di daerah Danau Kelimutu, bila punya rencana ke Danau Kelimutu, datanglah pada bulan Juli – Oktober karena cuacanya bagus.

Untuk memberdayakan masyarakat sekitar, gunakanlah jasa guide penduduk setempat. Bila kita ikut paket tour&travel yang sudah termasuk guide, jangan lupa untuk tetap meminta “izin” kepada penduduk yang menawarkan jasa guide. Patuhi juga “permintaan” mereka untuk menjaga kebersihan, perilaku dan nilai-nilai budaya selama perjalanan wisata ini. Guide yang saya gunakan adalah Pak Markus. Beliau memang tidak mematok tarif, tetapi karena pelayanannya oke banget, saya kasih saja Rp. 50.000.

  Di Danau Kelimutu kita juga bisa melihat sunrise. Karena hawa di sana cukup dingin, kita harus membawa perlengkapan penghangat (jaket, sarung tangan, dll.) sendiri, karena masyarakat sekitar tidak menyediakan penyewaan. Lumayan nih, bisa jadi peluang bisnis!

Untuk melihat sunrise, supaya tidak terburu-buru menuju Danau Kelimutu, kita bisa menginap di bungalow milik Pemda di daerah Moni. Sebagai informasi, waktu tempuh dari lokasi hotel tempat saya menginap sampai ke Danau Kelimutu sekitar 2,5 jam dengan jalan berliku-liku.

Bila kita sedang mencari kain tenun ikat untuk oleh-oleh, kita juga bisa membeli kain tenun ikat yang dijajakan di sekitar tempat parkir Danau Kelimutu, tetapi pilihan motifnya sedikit. Di warung-warung penduduk disekitar tempat parkir, kita juga bisa membeli dan makanan ringan dan minuman anget.

Informasi Penginapan:

Saya menginap di Hotel Grand Wisata yang terletak di Jl. Kelimutu No.33 Ende (Telp. 038122974) selama dinas. Hotelnya cukup bersih dengan pelayanan yang baik tetapi menu sarapan yang disajikan kurang mantap. Sayang, kamar-kamar di hotel ini tidak memiliki jendela sama sekali. Sebenarnya, dari hotel ini, pemandangan Gunung Meja dapat terlihat, namun karena tidak ada jendela di kamar, maka untuk menikmati pemandangan gunung Meja maka kita harus ke balkon. 

Informasi Transportasi:

Selama di Ende, jasa transportasi yang saya gunakan adalah rental mobil yang pengemudinya bernama Pak Rustam (Hp. 085239019229) atau Pak Duke (Hp. 081372827632).

3 comments:

  1. terimah kasih imfonya,saya sendiri punya ikatan dara dengan ende.karena bapak saya asal ende,saya pasti akan ke ende untuk melihat tanah leluhur saya

    ReplyDelete
  2. Terima kasih telah berkunjung :)

    ReplyDelete
  3. Dear ibu Putri Rahma
    Jika ada rekan yang akan ke Kelimutu lagi, kami menawarkan transportasi Ende-Kelimutu PP dengan tarif yang sama dg lainnya 700 rb (Exclude akomodasi driver) bedanya kami menggunakan All New Avanza 2014, pasti lebih nyaman.
    Lokasi Jln. Kelimutu Ende atau telp 082244668938 kami siap jemput 24 jam. Terima kasih.

    www.levascotravel.blogspot.com

    Reply

    ReplyDelete