![]() |
| Air Terjun Moni |
Bisa dibilang, daerah Moni adalah area pintu masuk Taman Nasional Danau Kelimutu. Disini terdapat bungalow milik Pemda serta penginapan dan rumah-rumah makan dan kafe yang dibuka oleh penduduk setempat. Di daerah Moni juga ada air terjun yang walaupun tidak terlalu cantik tapi tetap menyegarkan dipandang mata.
10. Pantai Mbu’u
Pantai Mbu’u terletak di belakang bandara Ende, Bandara H. Hasan Aroeboesman. Dari pantai ini, saya dapat dengan leluasa memandangi Gunung Meja, Pulau Koa, Gunung Iya dan Gunung Wongge yang “bersejarah” bagi masyarakat Ende. Bila saya berdiri menghadap laut dan melihat Gunung Meja, Pulau Koa dan Gunung Iya, maka untuk melihat Gunung Wongge saya harus memutar badan 180 derajat. Gunung Wongge terletak di daerah dataran tinggi persis di “seberang” Pantai Mbu’u.
![]() |
| Melihat Gunung Meja, Gunung Iya dan Pulau Koa di Pantai Mbu'u |
![]() |
| Gunung Wongge Di Daerah Dataran Tinggi Ende |
![]() |
| Pohon Perenungan |
Pohon perenungan berupa pohon beringin tempat Bung Karno menyendiri dan merumuskan lima butir pancasila. Tepat di depan pohon perenungan, berdiri patung Bung Karno namun dengan bentuk yang kurang proporsional.
Tips of The Trip:
• Karena sering turun kabut di daerah Danau Kelimutu, bila punya rencana ke Danau Kelimutu, datanglah pada bulan Juli – Oktober karena cuacanya bagus.
• Untuk memberdayakan masyarakat sekitar, gunakanlah jasa guide penduduk setempat. Bila kita ikut paket tour&travel yang sudah termasuk guide, jangan lupa untuk tetap meminta “izin” kepada penduduk yang menawarkan jasa guide. Patuhi juga “permintaan” mereka untuk menjaga kebersihan, perilaku dan nilai-nilai budaya selama perjalanan wisata ini. Guide yang saya gunakan adalah Pak Markus. Beliau memang tidak mematok tarif, tetapi karena pelayanannya oke banget, saya kasih saja Rp. 50.000.
• Di Danau Kelimutu kita juga bisa melihat sunrise. Karena hawa di sana cukup dingin, kita harus membawa perlengkapan penghangat (jaket, sarung tangan, dll.) sendiri, karena masyarakat sekitar tidak menyediakan penyewaan. Lumayan nih, bisa jadi peluang bisnis!
• Untuk melihat sunrise, supaya tidak terburu-buru menuju Danau Kelimutu, kita bisa menginap di bungalow milik Pemda di daerah Moni. Sebagai informasi, waktu tempuh dari lokasi hotel tempat saya menginap sampai ke Danau Kelimutu sekitar 2,5 jam dengan jalan berliku-liku.
• Bila kita sedang mencari kain tenun ikat untuk oleh-oleh, kita juga bisa membeli kain tenun ikat yang dijajakan di sekitar tempat parkir Danau Kelimutu, tetapi pilihan motifnya sedikit. Di warung-warung penduduk disekitar tempat parkir, kita juga bisa membeli dan makanan ringan dan minuman anget.
• Informasi Penginapan:
Saya menginap di Hotel Grand Wisata yang terletak di Jl. Kelimutu No.33 Ende (Telp. 038122974) selama dinas. Hotelnya cukup bersih dengan pelayanan yang baik tetapi menu sarapan yang disajikan kurang mantap. Sayang, kamar-kamar di hotel ini tidak memiliki jendela sama sekali. Sebenarnya, dari hotel ini, pemandangan Gunung Meja dapat terlihat, namun karena tidak ada jendela di kamar, maka untuk menikmati pemandangan gunung Meja maka kita harus ke balkon.
• Informasi Transportasi:
Selama di Ende, jasa transportasi yang saya gunakan adalah rental mobil yang pengemudinya bernama Pak Rustam (Hp. 085239019229) atau Pak Duke (Hp. 081372827632).




terimah kasih imfonya,saya sendiri punya ikatan dara dengan ende.karena bapak saya asal ende,saya pasti akan ke ende untuk melihat tanah leluhur saya
ReplyDeleteTerima kasih telah berkunjung :)
ReplyDeleteDear ibu Putri Rahma
ReplyDeleteJika ada rekan yang akan ke Kelimutu lagi, kami menawarkan transportasi Ende-Kelimutu PP dengan tarif yang sama dg lainnya 700 rb (Exclude akomodasi driver) bedanya kami menggunakan All New Avanza 2014, pasti lebih nyaman.
Lokasi Jln. Kelimutu Ende atau telp 082244668938 kami siap jemput 24 jam. Terima kasih.
www.levascotravel.blogspot.com
Reply